Pages

Muslimpreneur Kudu Faham Ini | Produksi Islami

Sabtu, 09 November 2013



Teori dan Analisi Produksi Islami | Sebuah Pengantar*

 
Syumuliatul Islam atau kesempurnaan ajaran islam benar-benar kita rasakan  adanya, beragam pembahasan dan pendalaman keilmuan dalam islam kita dapati. Kesyumulan islam ini terbukti  ketika islam tidak hanya mengatur tentang hablun minallah, tapi juga hablun minannas. Islam tidak hanya membahas tentang ibadah sholat, puasa, zakat, hajji, dan sejenisnya. Lebih dari itu, islam juga amat sangat sangat meperhatikan perilaku keduniaan, bahkan sepertiga al-Qur’an membahas tentang muamalat (interaksi sesama manusia).

Life is Choice | Pilihlah Jendral!

Sabtu, 19 Oktober 2013




Pilihlah Jendral!



“Perlu keberanian untuk memantapkan pilihan di antara begitu banyak peluang. Semua hadir dalam dimensi yang mungkin, tapi kita tidak punya segala tuntutan yang menjadi konskuensi bila semua menjadi jalan kita. Namun satu hal yang pasti : memilih atau tidak, waktu kita tetap berputar dan justru kita tidak punya pilihan untuk ini. Daripada kita kembali tanpa prestasi, lebih baik kita genapkan keberanian untuk yang pertama.” (Fahrizal Muhammad)

            Bismillah. Bagaiamana kabar sahabat? Semoga Allah senantiasa menyertai kita semua. Barangkali kita sering mendengar ungkapan ‘life is choice’  hidup adalah pilihan, bersama realita kehidupan kita menyepakatinya bersama-sama. Memang betul, dalam setiap detiknya, kita dihadapkan oleh pilihan. Kita harus memilih mengerjakan yang baik ataukah yang buruk, cukup? Pilihan yang ditawarkan kehidupan rupanya tidak cukup sampai disitu, lebih dari itu kita diharuskan memilih yang baik diantara yang baik. Seringkali justru ini yang menjadi dilema bagi kita, di luar tekanan siapapun.

Mencintai Gelap | Kontemplasi Diri

Selasa, 15 Oktober 2013



Mencintai Gelap




“Saat gelap kerap kali menghadirkan kejujuran, akupun semakin mencintainya. Saat matahari sering kali menampakkan kepalsuan, tidak akan kupercayai lagi sepenuhnya. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

            Sering kali memang kita menilai segala sesuatu yang tampak, sehingga kita dengan mudah mengambil sebuah kesimpulan. Kita terlalu mempercayai apa yang tampak di depan mata kita, maka kekecewaan sering kali menjadi akhir yang mengharukan. “Memang tidak semua yang kita lihat itu kebenaran, dan kita sering kecewa karena itu. yang terbaik adalah tetap istiqomah di jalur aman, dalam koridor iman yang hakiki. Selebihnya, kita bisa mengatakan: aku sebentar saja di sini karena perjalananku belum selesei.” Nasihat Fahrizal Muhammad.

Give Berqurban | Peduli Sosial

Senin, 14 Oktober 2013





 [Depok, 15/10/13] Forum Angkatan Mahasiswa 2012 (GIVE) STEI SEBI Depok ‘turun tangan’ dalam hari raya qurban tahun ini, dengan meluncurkan program Give Berqurban (GB). Program GB ini lahir dengan tujuan untuk memupuk rasa peduli sosial yang terus mendapat serangan modernisasi, khususnya di kalangan remaja. 

“Ini kita lakukan untuk memupuk rasa kepedulian mahasiswa 2012, sekaligus sebagai pembiasaan untuk berqurban kedepannya.” Ujar Imas Siti Nur Saadah selaku panitia pelaksana GB.

Programa GB yang mengusung tagline “Mari berkorban dengan berqurban” ini disalurkan melalu DKM masjid al-Yarmuk Bojongsari. Adapun sumber dana pembelian hewan qurban berasala dari patungan dari seluruh mahasiswa 2012 yang dihimpun oleh masing-masing kelas.

“Kali ini juga kita bekerja sama dengan angkatan 2013 untuk pembelian hewan qurban, Alhamdulillah kita bisa beli dua ekor kambing. InshaAllah tahun depan kita bertekad untuk mengqurban 27 ekor sapi, mohon do’anya.” Lanjut Imas

Selain itu, program GB ini juga ditujukan untuk mempererat ukhuwah antar mahasiswa 2012 dan 2013.
“Ba’da ashar kita adakan acara makan bersama dengan seluruh mahasiswa 2012 dan 2013 yang berkesempatan hadir, untuk memperkuat rasa ukhuwah kita.” Ungkap Eka Anang Kubota selaku ketua pelaksana program GB. [zam-kominfo GIVE]

G30SKPK | Sebuah Sajak

Senin, 30 September 2013



Lipstik suci menghiasi lidah banci
 sungguh sayang kusaksikan ia pandai berdasi
Beralibi

Teriak anak Negeri tanpa kincu
 derap mereka tanpa ragu
 sungguh sayang kau belagak dungu


Padahal kita menyapa  
datang membawa luka
derita
 nestapa
rakyat surga Indonesia

Dia bilang kau sedang bobo
padahal sedang menikmati barongko
yg kau utus hanya keronco

Mahasiswa berdarah  
sejak 98 dicatat sejarah  
saat ditanya pahlawan
jua kau jumpai darah

Darah bukan ttg kelemahan
tapi tentang keberanian
kekecewaan
mencakar nurani pahlawan
meski kita hanya mengaminkan

Rakyat menertawai kami
kembali kami menertawai
melahap janji dari lidah paduka berdasi
ambooi

Baiklah
cukup sudah
 meski kau kenakan jubah
 kami sudah terlanjur berdarah

Senin tiga puluh september dua ribu tiga belas
tak kujampai nurani paduka berbelas
yang kusaksikan adalah tendangan aparat berkelas
namun biarlah Tuhan yang akan membalas

Sketsa Wajahmu pada Bola Mataku

Kamis, 26 September 2013



WAJAHMU PADA BOLA MATAKU
(Bojongsari, 2/10/2012. 21:05 WIB)
“Astagfirullahal ‘Azhim, ampunilah hamba-Mu ini Ya Rabb. Hanya kalimat ini yang mampu mereda kegelisahan ini, bimbang ini. Ya Rabb, hamba menyadari betapa iman ini masihlah sangat lemah, betapa taqwa ini masihlah sangat rendah, karenanya kumohon rahmat dan bimbingan-Mu. Tuntunlah hamba dalam menjalani setiap detik kehidupan ini.”(KhibrulQolam al-Jary)

PUISI HAMPA

Jumat, 20 September 2013



PUISI HAMPA; REFLEKSI DIRI

 “Jiwamu meronta
Tentang apa yang tak dapat kau sangka
Jiwamu mencari
Tentang apa yang tak kau miliki
Jiwamu melahap amarah
Hanya bisa berbaring lemah
Jiwamu yang lapar
Puisi apa saja dibuatnya terkapar
Dan hanya menjadi puisi-puisi hampa.”


            Saya tidak cukup mengerti dengan kondisi jiwa saya dua hari terakhir ini, khususnya. Yang saya tahu, saya selalu mengakhiri malamnya di teras depan, menikmati puisi-puisi Rendra, syair-syair Gus Mus dan D Zawawi Imron. Selalu saja saya tertidur dibuatnya, bak selimut hangat yang melilit diri dari udara dua malam terakhir ini. 

Hawa Nafsu dan Adam Nafsu

Sabtu, 14 September 2013




Hawa Nafsu dan Adam Nafsu



“Hanya karena buah , yang mulia dilempar
Hanya karena buah, yang mulia mencium bumi berbilang tahun
Hanya karena buah, daku mengenal yang mulia
Buah kekal, membuat yang mulia untuk sesaat kehilangan akal.
Salam atas yang mulia dan bunda Hawa”


Perempuan itu berpakaian tapi seakan-akan ia telanjang, ia berjalan dengan berlenggok, ia tidak akan mencium harumnya surga, padahal harumnya dapat dikecap dari jarak sekian dan sekian. Kurang lebih, begitulah terjemah dari sebuah hadits Kanjeng Rasul saw. Di satu sisi, islam mengajarkan kita bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibu, dan ibu adalah seorang perempuan. Terangkatlah harkat martabat perempuan sejak islam datang beberapa dasa warsa yang silam, karenanya perempuan memiliki posisi atau kedudukan yang khusus dalam islam.

Tuhan dan Muara; Perempuan yang Kukagumi

Senin, 09 September 2013





‘Hati mempunyai akal yang tidak bisa dilihat oleh akal’, itulah petitih dari Pascal. Seringkali hati memang tidak dapat di mengerti oleh akal, ia tidak melihat, namun tidak ada satupun yang dapat mendustainya, meski tak dirasakan tapi ia tetap merasakan. Karenya kita sering mendengar istilah ‘mata hati’. Tulisan ini terkhususkan untuk saudara-saudariku yang sedang di timpakan ujian oleh-Nya.

Saat nasib kehidupan sedang tidak berpihak, barangkali yang terasa adalah sakit, derita, gelisah, dan urusan kehidupan yang tak kunjung selesei. Semua pintu seakan tertutup, semua jalan sudah ditempuh namun seakan hanya kebuntuan yang menjelma. Urusan kehidupan sudah terlanjur runyam, tidak tahu harus kemana dan kepada siapa lagi meminta pertolongan. Gundah gulana seakan setia menemani hati, keluh kesah tidak lagi asing, namun ada yang aneh, senyumnya tetap menyingsing.

Madrasatul Ula -Beginilah Caraku Merawat Berlian 1

Kamis, 04 Juli 2013

“Kau (ibu) adalah madarasah pertama bagi anakmu, semua perlakuanmu yang dapat diindrakan olehnya baik terhadap dirinya ataupun terhadap apa dan siapa saja, itulah pelajaran yang akan dicoba untuk dimengerti, untuk menyusun dirinya sendiri.”

Ummuka Madrasatul Ula Laka- Ibumu adalah madrasah pertama bagimu. Ungkapan semacam ini nampaknya amat sering kita jumpai, dengar, dan tidak tabuh lagi. Iya, ibulah madrasah pertama itu. sejak kapan? Sejak benih itu tumbuh, sejak itulah Allah memberikan peran baru kepada seorang calon ibu untuk menjadi guru bagi calon anaknya. Ini mungkin tidak asing lagi, dan kita tidak akan membicarakan tentang ini terlalu jauh. Yang ingin kita dengungkan disini adalah ketidaksadaran kita atas peran baru yang kita emban itu. agar kita tidak lagi menyalah-nyalahkan, mengutuk, dan mencerca masa kini, dalam keadaan lupa masa lalu dan masa depan, padahal ketiganya tidak dapat dipisahkan dalam sebuah madrasah yang sejati.

Sebelah Mata

Minggu, 16 Juni 2013

Setiap peristiwa akan menemukan momentumnya masing-masing, peristiwa itu sendiri yang akan menggiring kita. Biasanya moementum-momentum dahsyat akan lahir dari rahim peristiwa yang tidak biasa. Namun satu hal yang perlu kita renungi, sebaik dan seburuk apapun peristiwa itu, tidak sedikitpun membantu kita untuk menerka momentum apa yang akan dilahirkan.

Karenanya kita harus berhati-hati, menyepakati segala hal dengan hati kita sendiri. maka tidak jarang kita temukan, momentum emas lahir dari peristiwa hitam, gelap, perih, dan bahkan sering kita pandang sebelah mata. Pandangan yang tidak sempurna, menjadikan kita tidak menikmati keseluruhannya, sehingga banyak hal yang tidak terindra oleh mata hati. ini sebenarnya bukan perkara remeh, karena ini jua yang akan menentukan seberapa tinggi tingkat ketertipuan kita.
Buruknya laku, suara, nada, rasa dan cinta, kerap kali memanjakan mata kita untuk melihat dengan mata sempurna, mata hati kita. Padahal sedikitpun kita tidak mengetahui, momentum apa yang akan terjadi, yang akan lahir dari laku, suara, rasa, dan cinta buruk itu. kadang kala kita terlalu cepat menilai, atau terlalu tidak teliti dalam melihat, yang menjadikan kita menghinakan diri kita sendiri tanpa kita sadari, dengan menhina siapa saja.

Tampar Aku Tuhan

Rabu, 05 Juni 2013

Kultwit #TamparAkuTuhan @MultazamZakaria


Bismillahirrahmanirrahim, selamat pagi tweeps! Semoga sellau dalam berkah-Nya. Amiin. Insyyallah pagi ini akan kulwit #TamparAkuTuhan
bukan soal sombong dan sok, tapi terkadang ini sangat penting adanya  #TamparAkuTuhan
tidak sedikit sahabat kita yang berhasil bangkit dari aneka keterpurukan karena tamparan ini  #TamparAkuTuhan
terlalu banyak yang akan kita jumpa, bila sungguh-sungguh mengais makna padanya.  #TamparAkuTuhan
bahkan DIA akan singkapkan kita atas hal-hal yang selama ini tertutupi bagi kita bahkan orang banyak  #TamparAkuTuhan