Pages

Tampar Aku, Tuhan [2]

Senin, 09 Desember 2013




TAMPAR AKU, TUHAN
MultazamZakaria #DialogHati



“yang tidak mengenal dirinya, mana dapat ia mengenal Tuhannya”
Bismillahirrahmanrrahim. Sahabat, bagaimana kabarmu kini? Aku harap kau sehat dan ‘afiyat, semoga saja. Di awal dialog ini, mari kita hadiahkan fatihah tertulus untuk bunda kita yang selama ini mengajarkan arti dari sebuah ketulusan dalam kehidupan kita, untuk ayah yang selama ini mengajarkan ketegaran dalam menjalani hidup, untuk  sejumlah orang yang cintanya tiada putus untuk kita, meski kita kadang tidak menyadarinya. Alfaatihah

Amazing Succes

Sabtu, 07 Desember 2013



AMAZING SUCCES
 Energi Langit Untuk Kemakmuran Bumi


Definisi atau makna sukses sangatlah beragam, tergantung siapa dan bagaimana menerjemahkannya. Dan merekapun akan mendapatkannya sesusai dengan definisi yang mereka buat, maka buatlah definisi terbaik kesuksesan anda.”

Bismillah. Pada #amazingSucces ini kita akan mencoba untuk membicarkan definisi suskses, sehingga kita tahu betul apa yang sedang kita tuju. Kita harus menyepakati makna dan definisi sukses itu, tentu maksud saya adalah bukan sekedar sukses tapi sukses luar biasa #Amazing Succes.

Aku Takut Jika Allah Menambah Nikmat-Nya Padaku

Sabtu, 30 November 2013



Aku Takut Jika Allah Menambah Nikmat-Nya Padaku
Multazam Zakaria #DialogSenja




“Semua yang ada di bumi ini akan binasa. Dan tetap kekal wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?. Q.S. al-Rahman ayat 26-28”


Bismillahirrahmanirrahim. Sahabat, bagaimana kabarmu? Semoga selalu sehat dan ‘afiyat dalam berkah-Nya. Amiin. Di awal catatan ini, mari kita luangkan bacaan al-fatihah untuk kedua orang tua kita, semoga beliau disehatkan selalu, dan diceriakan selalu oleh Allah, di dunia dan akhirat. al-Faatihah!

All praises be to Allah, puji dan syukur ke hadhirat-Mu Ya Rabb. Hari-hari yang kujalani, sepertinya begitu amat indah dan sempurna, karena balutan kasih dan sayang-Mu. Nikmat-Mu tiada berhenti mengalir, tiada pernah kami jumpai matahari enggan terbit dan terbenam, ajarkan aku cara bersyukur pada-Mu Ya Rabb.

Aku Ingin Berumah di Hatimu

Jumat, 29 November 2013



Aku Ingin Berumah di Hatimu
Multazam Zakaria #DialogSenja



“Menikmati hening yang paling mungkin, di alam kontemplasi ini, tidak banyak keinginan yang ingin kusampaikan, hanya ingin berumah di hatimu.”

Sejujurnya, di awal catatan ini, ingin kukabarkan bahwa hati sedang dilanda rindu yang sangat. Pada siapa? Pada seseorang yang mungkin Anda juga amat mencintainya, Ibu. Sahabat, jika Ibu saat ini sudah tidak lagi di dekatmu, yakinilah Anda telah berumah di hatinya, itu juga yang kuyakini. 

SEBI; Tentangmu

Senin, 25 November 2013




SEBI; Tentangmu
Multazam Zakaria

Pada sesuatu yang bernamakan cinta
Kita terus mengeja.

Kelas tempat kita belajar
Taman tempat berdiskusi
Kantin tempat kita bercengkrama
Ada seribu satu cerita di sini
Prasa dan puisi tidak lagi asing
Mengartikulasikanmu sama saja dengan mengejawatahkan cinta yang tanpa definisi.

Tentang ketulusan
Kita menerimanya tanpa suara
Tentang ikhlas
Cukup senyummu yang menerjemahkannya
Tentang kegigihan dan harapan
Kilatan matamu bagiku cemeti waktu.

KUHP: Kasih Uang Habis Perkara | Kemana Harus Mengadu?

Jumat, 15 November 2013




KUHP: Kasi Uang Habis Perkara | Kemana Harus Mengadu?
Multazam Zakaria | Almadani Integrated Islamic Boarding School | SEBI School of Islamic Economics


picture souerce: http://olahraga.kompasiana.com
Saat hendak berbicara tentang hukum, tidak mudah memang. Bukan  karena rumit, melainkan karena kita telah menjelma menjadi skeptic atas kepastian hukum itu sendiri. Yang ada hanya kebuntuan, yang tersisa hanya citra buram para penegak hukum yang sibuk dengan kalkulasi komisi, kurang lebih begitulah Ibu Megawati Soekrnoputri menulis dalam sebuah pengantar buku Trimoelja D. Soerjadi “Kendala Menegakkan Kebenaran dan Keadilan”. 

Memang, proses reformasi dan demokratisasi yang kita harapkan, tidak akan dapat berdiri tegak dia atas pilar-pilar yang rapuh. Yang ada hanya kecemesan, kebimbangan, dan kegamangan. Yang penting “tuan” senang, semua bisa diatur asal ada uang. 

Muslimpreneur Kudu Faham Ini | Produksi Islami

Sabtu, 09 November 2013



Teori dan Analisi Produksi Islami | Sebuah Pengantar*

 
Syumuliatul Islam atau kesempurnaan ajaran islam benar-benar kita rasakan  adanya, beragam pembahasan dan pendalaman keilmuan dalam islam kita dapati. Kesyumulan islam ini terbukti  ketika islam tidak hanya mengatur tentang hablun minallah, tapi juga hablun minannas. Islam tidak hanya membahas tentang ibadah sholat, puasa, zakat, hajji, dan sejenisnya. Lebih dari itu, islam juga amat sangat sangat meperhatikan perilaku keduniaan, bahkan sepertiga al-Qur’an membahas tentang muamalat (interaksi sesama manusia).

Life is Choice | Pilihlah Jendral!

Sabtu, 19 Oktober 2013




Pilihlah Jendral!



“Perlu keberanian untuk memantapkan pilihan di antara begitu banyak peluang. Semua hadir dalam dimensi yang mungkin, tapi kita tidak punya segala tuntutan yang menjadi konskuensi bila semua menjadi jalan kita. Namun satu hal yang pasti : memilih atau tidak, waktu kita tetap berputar dan justru kita tidak punya pilihan untuk ini. Daripada kita kembali tanpa prestasi, lebih baik kita genapkan keberanian untuk yang pertama.” (Fahrizal Muhammad)

            Bismillah. Bagaiamana kabar sahabat? Semoga Allah senantiasa menyertai kita semua. Barangkali kita sering mendengar ungkapan ‘life is choice’  hidup adalah pilihan, bersama realita kehidupan kita menyepakatinya bersama-sama. Memang betul, dalam setiap detiknya, kita dihadapkan oleh pilihan. Kita harus memilih mengerjakan yang baik ataukah yang buruk, cukup? Pilihan yang ditawarkan kehidupan rupanya tidak cukup sampai disitu, lebih dari itu kita diharuskan memilih yang baik diantara yang baik. Seringkali justru ini yang menjadi dilema bagi kita, di luar tekanan siapapun.

Mencintai Gelap | Kontemplasi Diri

Selasa, 15 Oktober 2013



Mencintai Gelap




“Saat gelap kerap kali menghadirkan kejujuran, akupun semakin mencintainya. Saat matahari sering kali menampakkan kepalsuan, tidak akan kupercayai lagi sepenuhnya. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

            Sering kali memang kita menilai segala sesuatu yang tampak, sehingga kita dengan mudah mengambil sebuah kesimpulan. Kita terlalu mempercayai apa yang tampak di depan mata kita, maka kekecewaan sering kali menjadi akhir yang mengharukan. “Memang tidak semua yang kita lihat itu kebenaran, dan kita sering kecewa karena itu. yang terbaik adalah tetap istiqomah di jalur aman, dalam koridor iman yang hakiki. Selebihnya, kita bisa mengatakan: aku sebentar saja di sini karena perjalananku belum selesei.” Nasihat Fahrizal Muhammad.

Give Berqurban | Peduli Sosial

Senin, 14 Oktober 2013





 [Depok, 15/10/13] Forum Angkatan Mahasiswa 2012 (GIVE) STEI SEBI Depok ‘turun tangan’ dalam hari raya qurban tahun ini, dengan meluncurkan program Give Berqurban (GB). Program GB ini lahir dengan tujuan untuk memupuk rasa peduli sosial yang terus mendapat serangan modernisasi, khususnya di kalangan remaja. 

“Ini kita lakukan untuk memupuk rasa kepedulian mahasiswa 2012, sekaligus sebagai pembiasaan untuk berqurban kedepannya.” Ujar Imas Siti Nur Saadah selaku panitia pelaksana GB.

Programa GB yang mengusung tagline “Mari berkorban dengan berqurban” ini disalurkan melalu DKM masjid al-Yarmuk Bojongsari. Adapun sumber dana pembelian hewan qurban berasala dari patungan dari seluruh mahasiswa 2012 yang dihimpun oleh masing-masing kelas.

“Kali ini juga kita bekerja sama dengan angkatan 2013 untuk pembelian hewan qurban, Alhamdulillah kita bisa beli dua ekor kambing. InshaAllah tahun depan kita bertekad untuk mengqurban 27 ekor sapi, mohon do’anya.” Lanjut Imas

Selain itu, program GB ini juga ditujukan untuk mempererat ukhuwah antar mahasiswa 2012 dan 2013.
“Ba’da ashar kita adakan acara makan bersama dengan seluruh mahasiswa 2012 dan 2013 yang berkesempatan hadir, untuk memperkuat rasa ukhuwah kita.” Ungkap Eka Anang Kubota selaku ketua pelaksana program GB. [zam-kominfo GIVE]

G30SKPK | Sebuah Sajak

Senin, 30 September 2013



Lipstik suci menghiasi lidah banci
 sungguh sayang kusaksikan ia pandai berdasi
Beralibi

Teriak anak Negeri tanpa kincu
 derap mereka tanpa ragu
 sungguh sayang kau belagak dungu


Padahal kita menyapa  
datang membawa luka
derita
 nestapa
rakyat surga Indonesia

Dia bilang kau sedang bobo
padahal sedang menikmati barongko
yg kau utus hanya keronco

Mahasiswa berdarah  
sejak 98 dicatat sejarah  
saat ditanya pahlawan
jua kau jumpai darah

Darah bukan ttg kelemahan
tapi tentang keberanian
kekecewaan
mencakar nurani pahlawan
meski kita hanya mengaminkan

Rakyat menertawai kami
kembali kami menertawai
melahap janji dari lidah paduka berdasi
ambooi

Baiklah
cukup sudah
 meski kau kenakan jubah
 kami sudah terlanjur berdarah

Senin tiga puluh september dua ribu tiga belas
tak kujampai nurani paduka berbelas
yang kusaksikan adalah tendangan aparat berkelas
namun biarlah Tuhan yang akan membalas

Sketsa Wajahmu pada Bola Mataku

Kamis, 26 September 2013



WAJAHMU PADA BOLA MATAKU
(Bojongsari, 2/10/2012. 21:05 WIB)
“Astagfirullahal ‘Azhim, ampunilah hamba-Mu ini Ya Rabb. Hanya kalimat ini yang mampu mereda kegelisahan ini, bimbang ini. Ya Rabb, hamba menyadari betapa iman ini masihlah sangat lemah, betapa taqwa ini masihlah sangat rendah, karenanya kumohon rahmat dan bimbingan-Mu. Tuntunlah hamba dalam menjalani setiap detik kehidupan ini.”(KhibrulQolam al-Jary)