Senja kali ini, sengaja kuhabiskan di perbatasan kota. Ingin kunikmati lagi manisnya perantauan, yang dulu di awal keberangkatan pernah singgah dalam catata sejarah kita. Ketika idealisme mulai krisis gairah, mimpi-mimpi besar lenyap dalam keasyikan kerja, kuharap ada ombak yang bisa kusaksikan di antara peluh keringat para supir di terminal ini. Barangkali kita masih ingat kisah mega dahsyat Musa dan ikannya, majma'al bahrain, ingin kusaksikan tayangan ulangmu di sini. Apa yang salah? Mengapa ombak begitu amat diharapkan, apa iya rutinitas selama ini membuatmu jenuh dan bosan? Mengapa harus melakoni apa yang tidak kau kehendaki? Apa iya hidup ini bagimu hanya pentas murahan tanpa penonton? Penyandraan ini kau tahu amat kejam, aku heran justru kau terus belajar menikmatinya, padahal Tuhan telah hadiahkan kemerdekaan. Merantaulah! #DialogSenja
Di Perbatasan Kota
Rabu, 25 Desember 2013
Sudah Genap Empat Senja
Sudah genap empat senja, tak kucatatkan apapun tentang keberadaanmu di sini. Aku khawatir, kita tidak lagi punya bekal yang cukup untuk singgah lebih lama lagi, di ruang persahabatan yang beku. Jika kau masih ingat malam itu, ada pelukan yang kita nikmati. Setidaknya, itu adalah ikhtiar paling wajar untuk mengundang kehangatan yang telah lama gaib dari labirin kita. Bila ada yang ingin kau catatkan pagi ini : temani aku menikmati pertunjukan senja nanti #DialogEmbun
Skenario Hampir Rampung
Sabtu, 14 Desember 2013
skenario hampir rampung, dengan peran amsing-masing, saya harap tidak ada nilai kemanusiaan yang kita gadaikan. Egoisme terlalu hina untuk sutradara sekelasmu, harusnya kita malu pada senja kali ini, betapa bulan dan matahari setia mangabadikan ketulusan. Tidak pernah kujumpai nurani memusuhi nurani, jika kau tidak percaya, kesinilah temani kesindirianku dalam penyandraan yang aku tidak tahu kapan berakhir. Akan kujelaskan, betapa kau sangat berarti dalam pertunjukan ini. Mari! #DialogSenja
Sobek Saja!
Jumat, 13 Desember 2013
Sobek saja!
Multazam
Zakaria #DialogSenja
“semestinya tidak ada pertengkaran yang kita abadikan, tak kutemui nurani memusuhi nurani.”
Bismillahirrahmanrrahim. Bagaimana kabar
sahabat? Semoga selalu sehat dan ‘afiyat dalam berkah-Nya. Di awal catatan ini,
mari kita hadiahkan alfatihah tertulus untuk bidadari syurga yang selama ini
membersamai kehidupan kita, untuk Bunda. Semoga Allah sehatkan beliau selalu,
semoga sakit yang beliau derita kini, segera disembuhkan-Nya. Alfaatihah!
Label:
Dialog Senja,
JejakNgampus,
Motivasi,
Pendidikan,
Sastra
Tampar Aku, Tuhan [2]
Senin, 09 Desember 2013
TAMPAR AKU,
TUHAN
MultazamZakaria #DialogHati
“yang tidak
mengenal dirinya, mana dapat ia mengenal Tuhannya”
Bismillahirrahmanrrahim. Sahabat, bagaimana
kabarmu kini? Aku harap kau sehat dan ‘afiyat, semoga saja. Di awal dialog ini,
mari kita hadiahkan fatihah tertulus untuk bunda kita yang selama ini
mengajarkan arti dari sebuah ketulusan dalam kehidupan kita, untuk ayah yang
selama ini mengajarkan ketegaran dalam menjalani hidup, untuk sejumlah orang yang cintanya tiada putus
untuk kita, meski kita kadang tidak menyadarinya. Alfaatihah
Label:
Dialog Senja,
JejakNgampus,
Motivasi,
Sastra
Amazing Succes
Sabtu, 07 Desember 2013
AMAZING SUCCES
Energi Langit Untuk Kemakmuran Bumi
“Definisi atau makna sukses sangatlah beragam, tergantung siapa dan bagaimana menerjemahkannya. Dan merekapun akan mendapatkannya sesusai dengan definisi yang mereka buat, maka buatlah definisi terbaik kesuksesan anda.”
Bismillah. Pada
#amazingSucces ini kita akan mencoba untuk membicarkan definisi suskses,
sehingga kita tahu betul apa yang sedang kita tuju. Kita harus menyepakati
makna dan definisi sukses itu, tentu maksud saya adalah bukan sekedar sukses
tapi sukses luar biasa #Amazing Succes.
Aku Takut Jika Allah Menambah Nikmat-Nya Padaku
Sabtu, 30 November 2013
Aku Takut
Jika Allah Menambah Nikmat-Nya Padaku
Multazam
Zakaria #DialogSenja
“Semua yang
ada di bumi ini akan binasa. Dan tetap kekal wajah Tuhanmu yang mempunyai
kebesaran dan kemuliaan. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?.
Q.S. al-Rahman ayat 26-28”
Bismillahirrahmanirrahim. Sahabat, bagaimana
kabarmu? Semoga selalu sehat dan ‘afiyat dalam berkah-Nya. Amiin. Di awal
catatan ini, mari kita luangkan bacaan al-fatihah untuk kedua orang tua kita,
semoga beliau disehatkan selalu, dan diceriakan selalu oleh Allah, di dunia dan
akhirat. al-Faatihah!
All praises be to Allah, puji dan
syukur ke hadhirat-Mu Ya Rabb. Hari-hari yang kujalani, sepertinya begitu amat
indah dan sempurna, karena balutan kasih dan sayang-Mu. Nikmat-Mu tiada
berhenti mengalir, tiada pernah kami jumpai matahari enggan terbit dan
terbenam, ajarkan aku cara bersyukur pada-Mu Ya Rabb.
Label:
Dialog Senja,
JejakNgampus,
PenaH,
SasPui
Aku Ingin Berumah di Hatimu
Jumat, 29 November 2013
Aku Ingin
Berumah di Hatimu
Multazam
Zakaria #DialogSenja
“Menikmati
hening yang paling mungkin, di alam kontemplasi ini, tidak banyak keinginan
yang ingin kusampaikan, hanya ingin berumah di hatimu.”
Sejujurnya,
di awal catatan ini, ingin kukabarkan bahwa hati sedang dilanda rindu yang
sangat. Pada siapa? Pada seseorang yang mungkin Anda juga amat mencintainya,
Ibu. Sahabat, jika Ibu saat ini sudah tidak lagi di dekatmu, yakinilah Anda
telah berumah di hatinya, itu juga yang kuyakini.
Label:
Dialog Senja,
JejakNgampus,
PenaH,
SasCer,
SasPui
SEBI; Tentangmu
Senin, 25 November 2013
SEBI;
Tentangmu
Multazam Zakaria
Pada
sesuatu yang bernamakan cinta
Kita
terus mengeja.
Kelas tempat
kita belajar
Taman tempat
berdiskusi
Kantin
tempat kita bercengkrama
Ada seribu
satu cerita di sini
Prasa dan
puisi tidak lagi asing
Mengartikulasikanmu
sama saja dengan mengejawatahkan cinta yang tanpa definisi.
Tentang
ketulusan
Kita
menerimanya tanpa suara
Tentang
ikhlas
Cukup
senyummu yang menerjemahkannya
Tentang
kegigihan dan harapan
Kilatan
matamu bagiku cemeti waktu.
Label:
Dialog Senja,
JejakNgampus,
PenaH,
SasPui,
Sastra
KUHP: Kasih Uang Habis Perkara | Kemana Harus Mengadu?
Jumat, 15 November 2013
KUHP: Kasi Uang Habis Perkara | Kemana Harus Mengadu?
Multazam
Zakaria | Almadani
Integrated Islamic Boarding School | SEBI School of Islamic Economics
![]() |
| picture souerce: http://olahraga.kompasiana.com |
Saat
hendak berbicara tentang hukum, tidak mudah memang. Bukan karena rumit, melainkan karena kita telah
menjelma menjadi skeptic atas kepastian hukum itu sendiri. Yang ada
hanya kebuntuan, yang tersisa hanya citra buram para penegak hukum yang sibuk
dengan kalkulasi komisi, kurang lebih begitulah Ibu Megawati Soekrnoputri
menulis dalam sebuah pengantar buku Trimoelja D. Soerjadi “Kendala
Menegakkan Kebenaran dan Keadilan”.
Memang,
proses reformasi dan demokratisasi yang kita harapkan, tidak akan dapat berdiri
tegak dia atas pilar-pilar yang rapuh. Yang ada hanya kecemesan, kebimbangan,
dan kegamangan. Yang penting “tuan” senang, semua bisa diatur asal ada uang.
Muslimpreneur Kudu Faham Ini | Produksi Islami
Sabtu, 09 November 2013
Teori dan Analisi Produksi Islami | Sebuah Pengantar*
Syumuliatul Islam atau kesempurnaan ajaran islam benar-benar kita rasakan adanya, beragam pembahasan dan pendalaman
keilmuan dalam islam kita dapati. Kesyumulan islam ini terbukti ketika islam tidak hanya mengatur tentang hablun
minallah, tapi juga hablun minannas. Islam tidak hanya membahas
tentang ibadah sholat, puasa, zakat, hajji, dan sejenisnya. Lebih dari itu,
islam juga amat sangat sangat meperhatikan perilaku keduniaan, bahkan sepertiga
al-Qur’an membahas tentang muamalat (interaksi sesama manusia).
Life is Choice | Pilihlah Jendral!
Sabtu, 19 Oktober 2013
Pilihlah Jendral!
“Perlu keberanian untuk memantapkan pilihan di
antara begitu banyak peluang. Semua hadir dalam dimensi yang mungkin, tapi kita
tidak punya segala tuntutan yang menjadi konskuensi bila semua menjadi jalan
kita. Namun satu hal yang pasti : memilih atau tidak, waktu kita tetap berputar
dan justru kita tidak punya pilihan untuk ini. Daripada kita kembali tanpa
prestasi, lebih baik kita genapkan keberanian untuk yang pertama.” (Fahrizal
Muhammad)
Bismillah.
Bagaiamana kabar sahabat? Semoga Allah senantiasa menyertai kita semua.
Barangkali kita sering mendengar ungkapan ‘life is choice’ hidup adalah pilihan, bersama realita
kehidupan kita menyepakatinya bersama-sama. Memang betul, dalam setiap detiknya,
kita dihadapkan oleh pilihan. Kita harus memilih mengerjakan yang baik ataukah
yang buruk, cukup? Pilihan yang ditawarkan kehidupan rupanya tidak cukup sampai
disitu, lebih dari itu kita diharuskan memilih yang baik diantara yang baik.
Seringkali justru ini yang menjadi dilema bagi kita, di luar tekanan siapapun.
Langganan:
Postingan (Atom)









