Do'a dan Hujan
Jumat, 26 Desember 2014
Irwan Kelana: Kesadaran Lembaga Keuangan Syariah Bersosialisasi Masih Rendah
Rabu, 24 Desember 2014
Perbankan Syariah di Indonesia Kehilangan Keberkahan?
Menyendirilah dalam Gelap
Selasa, 23 Desember 2014
Ada masa dimana engkau sendiri bingung dengan dirimu sendiri.
Ada masa dimana engkau sendiri tidak mengenal dirimu sendiri.
Ada masa dimana engkau tidak tahu harus mendengar apa dan siapa.
Mengapa demikian bisa terjadi?
Engkau bingung dengan dirimu, karena engkau selalu mengabaikan dirimu yang 'sebenarnya' dan jarang mengajaknya bicara.
Terlalu besarnya hasratmu terhadap dunia dan selainmu menyebabkan engkau melupakan dirimu. Kau terfokus melihat yang di luar dirimu lalu mengacuhkan yang di 'dalam' dirimu.
Segalanya yang dari dunia memenuhi ruang fikir dan ruang pandangmu. Sehingga tidak ada lagi ruang untuk berfikir tentang dirimu yang 'sebenarnya' dan untuk memandang dan mengenal siapa dirimu.
Karena itu, cobalah sesekali engkau menyendiri dalam gelap.
Dengan begitu, matamu tidak akan menyaksikan dunia lagi.
Dengan begitu, mata batinmu akan sedikit terbantu untuk melihat dirimu dalam arti yang sebenar.
Sesekali, menyendirilah dalam gelap dan lupakan semua hasrat duniamu.
Lupakan semua semua keinginanmu atas segala kesemuan yang kau angan-angankan.
Sekarang, engkau hanya dalam kegelapan.
Dalam kegelapan, bukankah kau melihat dirimu dengan sangat lebih jelas?
Dalam terang, bukankah sebelumnya kau rabun dengan dirimu sendiri: hiperopia.
Ada baiknya, mulai saat ini kita belajar mencintai 'kegelapan'. Karena bisa jadi, ISTIGFAR para pendosa jauh lebih hebat dari amalan yang kita banggakan.
Sudah saatnya kita untuk belajar memandang tidak dengan sebelah mata.
Sesekali, menyendirilah dalam gelap.
Lalu tutuplah telingamu, agar tak kaudengar lagi apa pun dunia dan hasrat kesemuanmu.
Sehingga, hanya bahasa hatimu yang kaudengar sekarang.
Dengarlah, dan bercakaplah dengan hatimu sendiri.
Lupakan semua goadaan hasratmu.
Lihatlah, betapa hatimu sendiri amat rindu kausapa.
Lihatlah, bukankah dalam 'ketulian' justru engkau dengan sangat jelas mendengar apa yang hatimu katakan?
Sesekali,
Menyendirilah dalam gelap,
Tutuplah telingamu,
Dan rasakan kelezatan bercengkrama dengan dirimu sendiri,
Dengan Tuhanmu.
Ketika Hadratussyeikh Hasyim Asy'ari Dibenci Santrinya
Sabtu, 20 Desember 2014
Bismillah.. assalamu'alaiku wr wb. Semoga sehat semua pars pengunjung blog yg sederhana ini. :)
Hehe.. sepertinya melihat secara 'parsial' kadang2 mmbuat diri kita mnjdi musuh bgi diri kita sendiri. Musuh kita bkn orang lain, yg mmbuat kita terikat dan terpenjara bukan orang, diri kita sendiri.
Aku tak bermaksud membela siapa pun, tpi yg kusampaikan adalah input yg kudapatkan. Dan,, sy jg akan sangat memaklumi siapa pun dg beragam perbedaan sikap dan pandangan.
Aku jadi teringat dg Hadratussyeikh Hasyim Asy'ari. Beliau punya murid kesayangan. Beliau yg merawat sejay kecil, mendidik, hingga menikahkannya. Namun suatu saat, sang murid kesayangan marah, tidak setuju dg sikap hadratusyeikh, akhirnya sang murid beranggapan bahwa hadratusyeikh tdk cocok mnjdi pemimpinnya, sehingga sang murid pergi dan meninggalkan beliau.
Mengapa? Karena dalam kejelasan kdang ada ketidakjelasan. Apa yg diketahui hadratussyeikh tdk smua dpt diceritakan kpd muridnya. Akibat ketidaktahuan itulah sang murid mengagap hadratssyeikh telah berubah.
Dan suatu saat, sang murid menyesal bukan main. Surban hdratusyeikh dicium sambil menangis tnp sepengathuan hadratussyikh.
Lalu siapa sebenrnya yg mnjdi musuh sang murid?
Apakah hadratussyeikh?
Ataukah ketidaktahuan sng murid itu sendiri?
Wajar jika ada peribahasa berkata: annasu a'daun ma jahilu (manusia itu musuh ats yg tdk diketahuinya, maka berhati2lah).
Uhibbukum Fillah..
Bertubuh Pendek? Berbahagialah!
Rabu, 17 Desember 2014
Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah.. seger nih pagi-pagi update blog. Sambil minum teh anget dan makan biskuit. Hihi.
Oya, pagi ini mau nulis tentang orang pendek. Hmm.. untuk siapa pembaca yang bertubuh pendek (termasuk saya.. wkwk), sikap pertama yang harus kita miliki adalah bersyukur. Kenapa bersyukur? Karena kalau ga bersyukur maka kita ga akan bahagia. Jadi, kalau mau bahagia, bersyukurlah, meski tubuhmu pendek. (Santai brosis, ini pengantar,, wkwk :D )
Hmm.. sebenernya kita gaharus minder jika bertubuh pendek, karena penilaian orang sebenernya itu ada pada kualitas diri kita. Kalau kita berkualitas, punya kompetensi, siapa pun akan respect sama kita, insyaAllah. Jadi, tips kedua jadi orang pendek adalah tingkatkan kualitas/kompetensi diri.
Gapunya banyak bekel sebenernya pagi ini buat nulis tentang orang pendek. Hehe. Karena itu cukup sekian ya., hehe.
Eiiits,, sebelum itu ada yang mau saya ceritakan. Ini pengalaman pribadi, eaa :D
Dalam sebuah pelatihan yang dinarasumberi oleh salah seorang peneliti dari UIN SH Jakarta, beliau mengungkapkan sesuatu yang saya tidak tahu maksud beliau yang sebenarnya; apakah sekedar guyon atau serius. Hehe.
Beliau adalah salah seorang peniliti dengan jam terbang yang cukup waw, sejumlah paper beliau tembus di sejumlah jurnal internasional. Tapi ada satu hal yang mengganjal, sampai sekrang belia tak kunjung bergelar doktor padahal sudah cukup lama mrnamatkan magisternya.
"Apa karena saya berbadan tinggi dan besar?", tanya retorik beliau disambut gelak tawa dari peserta pelatihan.
Beliau melanjutkan:
"Saya heran, profesor-profesor di UIN itu rata-rata orangnya pendek-pendek, termasuk Prof. Komar (Rektor). Apa iya orang pendek itu punya tingkat kejeniusan yang lebih dari orang yang bertubuh tinggi?", tanyanya dan sontak disambut kehebohan para peserta.
Hihi..
Gimana ceritanya?
Udah pada semangat belum nih orang-orang pendek?
Harus dong, harus semangat, tetap semangat dan selalu semangat!
Okey, udah dulu ya. Mau ngabisin teh dulu, keburu dingin. Hihi
Wallahua'lam. Wassalamu'alaikum wr wb.
Keromantisan Hadratussyeikh Hasyim Asy'ary
Selasa, 16 Desember 2014
Bismillah. Alhamdulillah sejak semalam saya berkesempatan menghayati film Sang Kiai yang bercerita tentang perjuangan Hadratussyeikh Hasyim Asy'ari, Pendiir Nahdhatul 'Ulama.
Bukan hanya perjuangan belia dalam mengajarkan agama Islam, tapi juga dalam mengikhtiarkan kemerdekaan Indonesia.
dari sejumlah hikmah yang saya dapatkan, salah satunya adalah saya menmukan sosok Hadratusyeikh yang Romantis sebagaimana 'khas' para Imam Tasawwuf saat berbicara.
"aku tidak dapat pergi berperang, paling tidak aku bisa mendoakan para syuhada dan santri dari sini", ucap beliau setalah sambil duduk di kursi setelah beliau hampir terjatuh.
"bapak, apakah aku ada dalam doa bapak? ataukah hanya para syuhada dan santri dalam doa bapak?", tanya sang istri tiba-tiba.
"saat aku meminta agar Allah melindungiku dari api neraka, saat itulah kamu ada dalam doaku, karena kamu adalah bagian dariku".
Allahu.. tergambar sekali betapa Hadratussyeikh merasakan betapa bersatunya jiwa beliau dengan jiwa sang istri tercinta.
Allahummarhum..
Tiba-tiba Aku Merindukan Hadratussyeikh Hasyim As'ary
Bismillah. Alhamdulillah, sejak semalam saya berkesempatan untuk menghayati film Sang Kiai yang menceritakan tentang perjuangan Hadratussyeikh Hasyim Asy'ari Pendiri Nahdhatul 'Ulama.
Saya tidak terlalu tahu dengan NU masa kini, tapi saya sedikit tidak menjadi tahu nafas perjuangan NU. tidak hanya dalam pengajaran agama Islam tpi juga dalam merebut kemerdekaan NKRI.
Rasa-rasanya terlalu cengeng jika sekrang kita terlalu mengeluhkan banyak hal, sejumlah rintangan yang sebenarnya kita mampu untuk menyelesaikannya.
Hadratussyeikh mengalami jauh dqn sangat jauh lebih dahsyat dari sekedar yang kita alami sekarang. Tidak layak untuk dibandingkan, sangat tidak layak.
Hadratussyeikh dipenjara, disiksa, jari-jari tangan beliau dipukul-pukuli, kaki beliau ditendang, diseret, dan lainnya. Belum lagi beliau memikirkan strategi perlawanan tehadao penjajah sampai pada resolusi jihad.
Allah.. rahmatilah beliau selalu. Surga jualah tempat kembali beliau.
dan air mataku tak dapat tertahan, saat harus menyaksikan beliau menghadap Tuhan.
Kami merindukanmu hadratussyeikh,, meski kami tak pernah bertemu denganmu. adakah Hadratussyeikh Hasyim Asy'ari masa kini?
segera utus beliau lagi ke hadapan kami, Allah..
Logo IsEF SEBI, Lambang Yahudi dan Pemuja Setan?
Senin, 15 Desember 2014
FITNAH TERBESAR BAGI LAKI-LAKI
Minggu, 14 Desember 2014
"duhai sahabat, sungguh aku gelisah. aku telah jatuh cinta pada seorang wanita. aku tak bisa menahan rasa ini, ingin segera kuungkapkan padanya. meski aku tak bermaksud menjalin hubungan lebih lanjut. bagaimana pendapatmu tentang ini?"
Kartu Kredit Syariah, Syariahkah?
Hakikat Qurban
Jumat, 03 Oktober 2014
QURBAN
----------
seorang teman duduk dalam suatu majlis bertanya tentang qurban.
"duahi sahabat seperjuangan, terangkan kami tentang idul qurban".
duhai sahabat..
Qurban diperakarsai oleh seorang Ayah bernama Ibrahim as ketika mendapat perintah untuk menyembelih anaknya Ismail as. oleh sebab kepatuhannya ibrahim mendapat gelar KHOLILURRAHMAN/Teman Dekat Allah.
Kurban adalah kosa kata bahasa Indonesia yang diadopsi dari bahasa arab yaitu Qurbah yang berarti dekat. dalam bahasa indonesia juga digunakan istilah "Karib" yang artinya teman dekat. Jadi, untuk dapat mencapai kedekatan (qurbah) atau menjadi teman dekat Allah (khalilurrahman) maka dibutuhkan pengorbanan. dalam bahasa arab, pengorbanan semakna dengan kosa kata "tadhiyyah/adha". maka idul adha kita kenal juga dengan idul qurban.
"apa yang harus dikurbankan?", lanjutnya bertanya.
duhai jiwa penasaran..
ketahuilah, saat Ibrahim hendak menyembelih anaknya maka Tuhan memberi perintah agar digantikan dengan seekor domba/hewan.
secara lahiriah, qurban dilambangkan dengan hewan (domba, sapi, dan sejenisnya).
tapi ketahuilah olehmu, hakikat qurban adalah untuk mencapai kedekatan dengan Allah. dan untuk meraih itu maka seorang hamba harus menyembelih hingga mati "SIFAT HEWANI/NAFSU" yang ada dalam dirinya. itulah hakikat qurban yang sejati.




